Team Time: Edisi Pertama dari Minggu ke-4 Februari 2020

Inspirasi . 03:59 February, 14, 2020 . by mohamad fachreiza

Rubrik baru di Infosmi. Di sini kami akan mengumpulkan hal-hal apa saja yang sedang disukai oleh tim Infosmi berikut dengan alasannya. Adanya rubrik baru ini bertujuan untung membagikan hal-hal yang kami suka kepada para pembaca, lebihnya dapat menjadi inspirasi atau referensi baru bagi kamu para pembaca artikel Infosmi.

Team Time Edisi Pertama, Minggu ke 4 Februari. Mulai dari Serial Netflix: Money Heist, hingga band dengan genre Rock n Roll asal Kota Kembang, Bandung.

FAJAR
Graphic Designer

Topik:
Serial Netflix: Money Heist

Deskripsi:
Jujur, saya bukan orang yang sering ngikutin film serial, tapi beda banget sama serial satu ini. Mulanya gak pernah kepikiran bakal suka film rekomendasi dari teman saya ini, tadinya mikir satu episode mungkin cukup untuk sekedar mengisi waktu disela-sela kejenuhan.

And, Booommm!!! Sial emang, akhirnya saya harus ngakuin kalau semakin saya tonton tiap episodenya, semakin yakin kalau saya benar-benar suka sama film ini. Pengambilan gambar dan scoring-nya bener-bener manjain mata dan telinga. Latar musik bener-bener ngedongkrak emosi saya sebagai penonton. Saking asiknya, saya bisa ngabisin 1 season ini film dalam satu hari.

Secara garis besar, Money Heist merupakan serial drama kriminal berbahasa Spanyol yang nyeritain kelompok yang melakukan pencurian aset negara. Kedengeran klise gak sih? Apa yang sebenarnya membuat saya suka itu gara-gara alurnya yang bener-bener mind blowing, detail setiap misi yang direncanakan oleh kelompok kriminal tersebut diceritakan dengan sangat baik. Karakteristik yang kuat membuat hampir tidak mungkin untuk tidak menyukai salah satu tokoh di film ini, para pemain memainkan perannya dengan sangat baik.

Sejenak saya berpikir, apa saya terlambat menyukai serial Netflix satu ini? Dengan segudang prestasinya, rasanya emang gaada kata terlambat sih. Pokonya jangan ditonton dah, nanti kecanduan! yang ada brabe tar. Hahaha...

Well, buat yang belum nonton saya rekomendasiin nih, sebelum nanti April (2020) season ke 4 nya rilis.


 


MOHAMAD FACHREIZA
Content Writer

Topik:
Speaker First Band di Episode ke-100 DCDC MusikKita

Deskripsi:
Masih ingat dalam ingatan saya ketika The S.I.G.I.T singgah ke Sukabumi dalam perhelatan J Live with The S.I.G.I.T pada 8 November 2019 lalu. Kehadiran The S.I.G.I.T di Sukabumi mengingatkan salah satu band dengan genre dan asal kota yang sama, band dengan genre Rock n Roll dari Kota Bandung yang bernama Speaker First. Belakangan lagi sering denger lagu-lagu Speaker First, terutama sehabis mereka tampil di episode ke-100 DCDC MusikKita 5 Februari 2020 lalu. Jangan salah, Bloodline Noise yaitu salah satu band beraliran Brith Rock dari Sukabumi turut tampil dihadapan Speaker First di episode ke-100 DCDC MusikKita.

Speaker First menjadi satu-satunya band dari Asia yang dikontrak oleh salah satu label besar dunia yaitu BMG saat ini. Sekarang mereka semakin sering melakukan tour Eropa, bahkan yang sangat membanggakan mereka pernah nampil di Woodstock 2017. Event musik tahunan yang diselenggarakan di Polandia.

Pertama kali denger Speaker First sebenernya udah lumayan lama juga, sih. Saya baru tahu mereka pas ngisi soundtrack di film Gie tahun 2005 dengan judul lagu "Mr. Ego". Cuman dasarnya masih kecil, saya cuman tahu lagunya tanpa tahu siapa musisinya, hahaha. Seiring berjalannya waktu, band yang berdiri pada tahun 2002 ini mengalami bongkar-pasang personel.

Hingga saat ini mereka bertahan dengan 3 orang personel yang diawaki oleh Mahattir Alkatiry (vokal), Beny dan Bony Barnaby (gitar). Hal yang fantastis buat saya, mereka turut menarik legenda blues asal Bandung, yaitu Kang Hari Pochang. Attir berpendapat untuk dapat mengeksplor lebih jauh musik mereka, maka Speaker First harus kembali ke root musik mereka salah satunya dengan berkolaborasi bersama Kang Hari Pochang.

Hal yang paling saya suka adalah idealisme mereka dalam bermusik, bagaimana konsistensi mereka berkarya dalam musik rock. Walaupun pada tahun 2013 mereka sempat dinyatakan bubar, tapi mereka mampu go internasional ketika bangkit kembali. Dengan warna musik yang sama mereka mampu tampil di Woodstock 2017 dan menekan kontrak dengan label ternama, BMG. Saya sangat salut dengan apa yang mereka perjuangkan, di sini saya berani berspekulasi bahwa "Rock n Roll tidak benar-benar mati!".