5 Street Food Legend Rekomendasi di Sukabumi

Inspirasi . 02:34 June, 11, 2020 . by mohamad fachreiza

Ketika mengunjungi Sukabumi, jangan lupa mencoba kuliner jalanan khas dari Sukabumi ini, ya. Kali ini kita akan membagikan beberapa rekomendasinya buat kamu.

Pada minggu ke-2 bulan Juni ini, kami ingin merekomendasikan beberapa street food legend atau kuliner jalanan legendaris yang ada di Sukabumi. Beberapa dari kalian sudah tahu tentunya. Inilah 5 rekomendasi street food legend rekomendasi di Sukabumi.

  • Bandros ATA

Jl. Gudang No. 4, Kebonjati, Cikole, Kota Sukabumi
Sajian Bandros khas dari resep yang sudah turun temurun terjaga tiap generasinya sejak 1950-an. Kuliner malam legendaris ini berlokasi di Jalan Gudang No. 4 bertempat di emperan toko dengan luas kurang lebih 1,5 x 3 meter persegi.

  • Es Serut Gang Nugraha

Jl. Ahmad Yani No. 145, Gunungparang, Cikole, Kota Sukabumi
Es serut spesial di Sukabumi ini berlokasi di sebuah gang bernama Gang Nugraha. Dalam pembuatannya, Es Serut Gang Nugraha masih menggunakan alat putar manual menggunakan tangan. Konon, kuliner ini sudah ada sejak tahun 1960-an.

  • Batagor Kota Paris

Jl. A. Yani No.290a, Kebonjati, Cikole, Kota Sukabumi
Kuliner jalanan yang menyediakan batagor, Batagor Kota Paris berlokasi di depan BCA Kota Paris. Berdiri sejak 1996, kuliner jalanan satu ini menjadi salah satu kuliner ikonik di Sukabumi.

  • Geco Mang Lili

Jl. Jend. Sudirman, Gunungpuyuh (seberang RS Assyifa)
Makanan khas berbahan toge, mie, dan ketupat dijalankan pertama kali oleh Ki Barwi. Terhitung sudah tiga generasi yang menjalankan usaha Geco legendaris ini. hingga saat ini cucunya Mang Lili. Uniknya kedai ini masih menggunakan kayu bakar dalam proses memanaskan toge, alasannya agar cita rasa tetap terjaga.

  • Empal Gentong "Semah Ti Ceirebon"

Jl. A. Yani, Gunungparang, Cikole, Kota Sukabumi
Empal gentong khas Cirebon yang berlokasi di daerah (Toserba Selamet) Jl. Ahmad Yani, Cikole. Menurut informasi, pemilik kedai ini sudah berjualan dari tahun 1990-an. Keunikan di kedai ini adalah peralatan yang di gunakan masih tradisional seperti penggunaan centong tradisional yang terbuat dari kayu dan batok kelapa.